Studentsite

http://studentsite.gunadarma.ac.id/

Kamis, 12 Oktober 2017

TUGAS SOFTSKIL#

BAB II
ETIKA PROFESI AKUNTANSI

II  Perilaku Etika dalam Bisnis

A.             Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika
Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembanga organisasi atau perubahan. Faktor – faktor yang mempengaruhi lingkungan bisnis adalah :
a.       Lingkungan internal
Segala sesuatu didalam organisasi atau perusahaan yang akan mempengaruhi organisasi atau perusahaan tersebut.
b.      Lingkungan Eksternal
Segala sesuatu di luar batas-batas organisasi atau perusahaan yang mempengaruhi organisasi atau perusahaan, diantaranya :
1.      Perbedaan Budaya.
Perilaku bisnis orang Indonesia tentu saja berbeda dengan Negara lain. Hal yang sama, daerah atau kota tertentu berbeda perilaku bisnisnya dengan daerah lain.
2.   Pengetahuan
Semakin banyak hal yang diketahui dan semakin baik seseorang memahami suatu situasi, semakin baik pula kesempatannya dalam membuat keputusan-keputusan yang etis. Ketidaktahuan bukanlah alasan yang dapat diterima dalam pandangan hukum, termasuk masalah etika.
3.  Perilaku Organisasi
Dasar etika bisnis adalah bersifat kesadaran etis dan meliputi standar-standar perilaku. Banyak organisasi menyadari betul perlunya menetapkan peraturan-peraturan perusahaan terkait perilaku dan menyediakan tenaga pelatih untuk memperkenalkan dan memberi pemahaman tentang permasalahan etika.
Ada beberapa factor lain yang mempengaruhi Perilaku etika bisnis, yaitu :


·         Physical
Kualitas air dan udara, keamanan
·         Moral
Kebutuhan akan kejujuran (fairness) dan keadilan (equity)
·         Bad Judgment
Kesalahan operasi, kompensasi eksekutif
·         Activist Shareholders
Shareholders etis, konsumen dan environmentalist
·         Economic
Kelemahan, tekanan utk bertahan
·         Competition
Tekanan global
·         Financial Malfeasance
Berbagai skandal akuntansi dan keuangan
·         Governance Failures
Pengakuan thd arti penting good governance dan isu-isu etika
·         Accountability
Kebutuhan akan transparansi
·         Synergy
Publikasi, perubahan-perubahan yang berhasil
·         Institutional Reinforcement
Hukum/UU baru utk mereformasi praktik bisnis dan profesi


B.                 Kesaling-tergantungan Antara Bisnis dan Masyarakat
Lingkungan bisnis yang mempengaruhi perilaku etika adalah lingkungan makro dan lingkungan mikro. Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif.
Etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan  itu sendiri. Bisnis selalu berhubungan dengan masalah-masalah etis dalam melakukan kegiatan sehari-hari. bisnis dengan masyarakat umum juga memiliki etika pergaulan yaitu etika pergaulan bisnis.Etika pergaulan bisnis dapat meliputi beberapa hal antara lain adalah:
a.       Hubungan antara bisnis dengan langganan / konsumen
Hubungan antara bisnis dengan langgananya adalah hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etika pergaulanya secara baik. Adapun pergaulannya dengan langganan ini dapat disebut disini misalnya saja :
- Kemasan yang berbeda-beda membuat konsumen sulit untuk membedakan atau mengadakan perbandingan harga terhadap produknya.
-    Bungkus atau kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya,
-   Pemberian servis dan terutama garansi adalah merupakan tindakan yang sangat etis bagi suatu bisnis.
b.       Hubungan dengan karyawan
Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan untuk memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya. Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yakni : Penarikan (recruitment), Latihan (training), Promosi atau kenaikan pangkat, Tranfer, demosi (penurunan pangkat) maupun lay-off atau pemecatan / PHK (pemutusan hubungan kerja).
c.      Hubungan antar bisnis
Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahan yang lain. Hal ini bisa terjadi hubungan antara perusahaan dengan para pesaing, grosir, pengecer, agen tunggal maupun distributor.
d.     Hubungan dengan Investor
Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan terutama yang akan atau telah “go publik” harus menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para insvestor atau calon investornya. prospek perusahan yang go public tersebut. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informasi terhadap hal ini.
e.      Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan
Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan terutama pajak pada umumnya merupakan hubungan pergaulan yang bersifat finansial.

C.                Kepedulian Pelaku Bisnis Terhadap Etika
Etika bisnis dalam suatu perusahaan mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu bisnis yang kokoh dan kuat dan mempunyai daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan untuk menciptakan nilai yang tinggi. Perilaku etis dalam kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis itu sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral. Tolak ukur dalam etika bisnis adalah standar moral. Seorang pengusaha yang beretika selalu mempertimbangkan standar moral dalam mengambil keputusan, apakah keputusan ini dinilai baik atau buruk oleh masyarakat, apakah keputusan ini berdampak baik atau buruk bagi orang lain, atau apakah keputusan ini melanggar hukum.
Dalam menciptakan etika bisnis perlu diperhatikan beberapa hal, antara lain  pengendalian diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, mampu menyatakan hal yang benar, Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah, Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama dan lain sebagainya

D.             Perkembangan dalam Etika Bisnis
.Kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis dapat dikatakan seumur dengan bisnis itu sendiri. Perbuatan menipu dalam bisnis , mengurangi timbangan atau takaran, berbohong merupakan contoh-contoh kongkrit adanya hubungan antara etika dan bisnis.

E.                 Etika Bisnis dan Akuntan
Amerika Serikat yang selama ini dianggap sebagai Negara super power dan juga kiblat ilmu pengetahuan termasuk displin ilmu akuntansi harus menelan kepahitan. Skandal bisnis yang terjadi seakan menghilangkan kepercayaan oleh para pelaku bisnis dunia tentang praktik Good Corporate Governance di Amerika Serikat. Banyak perusahaan yang melakukan kecurangan diantaranya adalah TYCO yang diketahui melakukan manipulasi data keuangan (tidak mencantumkan penurunan aset), disamping melakukan penyelundupan pajak. Global Crossing termasuk salah satu perusahaan terbesar telekomunikasi di Amerika Serikat dinyatakan bangkrut setelah melakukan sejumlah investasi penuh resiko. Enron yang hancur berkeping terdapat beberapa skandal bisnis yang menimpa perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat. Worldcom juga merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat melakukan manipulasi keuangan dengan menutupi pengeluaran US$3.8 milyar untuk mengesankan pihaknya menuai keuntungan, padahal kenyataannya rugi. Xerox Corp. diketahui memanipulasi laporan keuangan dengan menerapkan standar akunting secara keliru sehingga pembukuan perusahaan mencatat laba US $ 1.4 milyar selama 5 tahun. Dan masih banyak lagi.

Referensi:
AICPI, Code of Professional Conduct
Aturan Etika IAI Kompartemen-Kompartemen diluar IAI KA
Brooks, Leonard J., “Business & Professional Ethics for Accountants”, South Western College Publishing, 2012 Edisi Terbaru
IAI Kode Etik Akuntan Indonesia Prosiding Kongres VIII IAI, 1998
IAI KAP Aturan Etika Profesi Akuntan Publik
IFAC Ethics Committee, IFAC Coe of Ethics for Professional Accountants, International Federation of Accountants


Rabu, 11 Oktober 2017

TUGAS SOFTSKIL#

BAB I
ETIKA PROFESI AKUNTANSI

I.                   Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan

A.       Pengertian Etika
Menurut Brooks (2012), Etika adalah ilmu yang mempelajari tentang baik dan buruk serta mengenai hak dan kewajiban moral (akhlak). dari segi etimologi (ilmu asal usul kata), etika berasal dari bahasa Yunani, ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Namun secara umum, Etika adalah cabang dari filsafat yang menyelidiki penilaian normatif tentang apakah perilaku ini benar atau apa yang seharusnya dilakukan. Kebutuhan akan etika muncul dari keinginan untuk menghindari permasalahan di dunia nyata.

B.        Prinsip – Prinsip Etika IFAC, AICPA.
Kode Etik AICPAterdiri atas dua bagian; bagian pertama berisi prinsip-prinsip Etika dan pada bagian kedua berisi Aturan Etika (rules) :
1) Tanggung Jawab: Dalam menalankan tanggung jawab sebagai seorang profesional,anggota harus menjalankan pertimbangan moral dan profesional secara snsitif
2)  Kepentingan Publik: Anggota harus menerima kewajiban mereka untuk bertindak sedemikian rupa demi melayani kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme
3)  Integritas: Untuk memelihara dan memperluas keyakinan publik, anggota harusmelaksanakan semua tanggung jawab profesinal dengan ras integritas tertinggi
4)  Objektivitas dan Independensi: Seorang anggota harus memelihara objektivitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam menunaikan tanggung jawab profesional.Seorang anggota dalam praktik publik seharusnya menjaga independensi dalam faktadan penampilan saat memberikan jasa auditing dan atestasi lainnya
5)  Kehati-hatian (due care): Seorang anggota harus selalu mengikuti standar-standar etika dan teknis profesi terdorong untuk secara terus menerus mengembangkankompetensi dan kualita jasa, dan menunaikan tanggung jawab profesional sampaitingkat tertinggi kemampuan anggota yang bersangkutan
6)  Ruang Iingkup dan Sifat Jasa: Seorang anggota dalam praktik publik harus mengikuti prinsip-prinsip kode Perilaku Profesional dalam menetapkan ruang lingkup an sifat jasa yang diberikan  
Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC :
1)  Integritas. Seorang akuntan profesiona harus bertindak tegas dan jujur dalamsemua hubungan bisnis dan profesionalnya.
2)   Objektivitas. Seorag akuntan profesional seharusnya tidak boleh membiarkanterjadinya bias, konflik kepentingan, atau dibawah penguruh orang lain sehinggamengesampingkan pertimbangan bisnis dan profesional.
3)  Kompetensi profesional dan kehati-hatian. Seorang akuntan profesionalmempunyai kewajiban untuk memelihara pengetahuan dan keterampilan profesional secara berkelanjutan pada tingkat yang dipelukan untuk menjaminseorang klien atau atasan menerima jasa profesional yang kompeten yangdidasarkan atas perkembangan praktik, legislasi, dan teknik terkini. Seorangakntan profesional harus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-standar profesional haus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-standar profesionaldan teknik yang berlaku dalam memberikan jasa profesional.
4)  Kerahasiaan. Seorang akuntan profesional harus menghormati kerhasiaaninformasi yang diperolehnya sebagai hasil dari hubungan profesional dan bisnisserta tidak boleh mengungapkan informasi apa pun kepada pihak ketiga tanpa izinyng enar dan spesifik, kecuali terdapat kewajiban hukum atau terdapat hak profesional untuk mengungkapkannya.
5)    Perilaku Profesional. Seorang akuntan profesional harus patuh pada hukum dan perundang-undngan yang relevan dan harus menghindari tindakan yang dapatmendiskreditkan profesi.

C.       Basis Teori Etika
a)Etika Teleologi
        dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi :
1.      Egoisme Etis
            Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar. Contoh : seorang manager perusahaan ingin melakukan pengembangan system terhadap perusahaannya namun sang manager tidak mau mendengarkan pendapat karyawan-karyawan yang memberikan informasi penting untuk mengembangkan system perusahaan tersebut, manager tersebut hanya ingin melakukan sesuatu tanpa memikirkan pendapat bawahannya sehingga system yang dikembangkan oleh sang manajer menjadi kurang maksimal atau mungkin bahkan berdampak buruk terhadap perusahaan.
2.      Utilitarianisme
        berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
Contoh : seorang pemimpin daerah yang ingin memajukan daerahnya menjadi daerah wisata. Pemimpin daaerah tersebut meminta pendapat kepada masyarakatnya dan mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam memajukan daerahnya. Keputusan atau perbuatan tersebut dapat membawa manfaat bagi masyarakat ataupun daerah itu sendiri yaitu menjadikan daerah itu banyak dikunjungi oleh wisatawan dan dapat juga menaikan pendapatan perdaerahnya.
b)      Deontologi
        Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab:‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

D.       Egoism
        Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah “egois”. Lawan dari egoisme adalah
        Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya – intelektual, fisik, sosial dan lainnya. Egoisme ini tidak memandang kepedulian terhadap orang lain maupun orang banyak pada umunya dan hanya memikirkan diri sendiri. Egois ini memiliki rasa yang luar biasa dari sentralitas dari ‘Aku adalah’:. Kualitas pribadi mereka Egotisme berarti menempatkan diri pada inti dunia seseorang tanpa kepedulian terhadap orang lain, termasuk yang dicintai atau dianggap sebagai “dekat,” dalam lain hal kecuali yang ditetapkan oleh egois itu.

        Teori eogisme atau egotisme diungkapkan oleh Friedrich Wilhelm Nietche yang merupakan pengkritik keras utilitarianisme dan juga kuat menentang teori Kemoralan Sosial. Teori egoisme berprinsip bahwa setiap orang harus bersifat keakuan, yaitu melakukan sesuatu yang bertujuan memberikan manfaat kepada diri sendiri. Selain itu, setiap perbuatan yang memberikan keuntungan merupakan perbuatan yang baik dan satu perbuatan yang buruk jika merugikan diri sendiri. Kata “egoisme” merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin yakni ego, yang berasal dari kata Yunani kuno – yang masih digunakan dalam bahasa Yunani modern – ego (εγώ) yang berarti “diri” atau “Saya”, dan-isme, digunakan untuk menunjukkan sistem kepercayaannya. Dengan demikian, istilah ini secara etimologis berhubungan sangat erat dengan egoisme filosofis.

Referensi:
AICPI, Code of Professional Conduct
Brooks, Leonard J., “Business & Professional Ethics for Accountants”, South Western College Publishing, 2012 Edisi Terbaru
IAI Kode Etik Akuntan Indonesia Prosiding Kongres VIII IAI, 1998
IAI KAP Aturan Etika Profesi Akuntan Publik
IFAC Ethics Committee, IFAC Coe of Ethics for Professional Accountants, International Federation of Accountants


Selasa, 27 Juni 2017

TUGAS SOFTSKIL

TUGAS BAHASA INGGRIS #2 

Adjective and Adverb ( Kata Sifat dan Kata Keterangan ) 

TUGAS 1

Adjective
The simplest definition of an adjective is that it is a word that describes or clarifies a noun. Adjectives describe nouns by giving some information about an object’s size, shape, age, color, origin or material.

FUNCTION
A. ORDER OF ADJECTIVE
1) When we use two or more adjectives together, ‘opinion’ adjectives (e.g. interesting, beautiful) normally to before ‘fact’ adjectives (e.g. new, blue).
Example:
- An interesting new film.
- A beautiful blue dress.
2) When two or more fact adjectives come before a noun, they normally go in the following order.
Formula:
Size + Age + Shape + Color + Origin + Material + Purpose + Noun + Quality + Quantity

B. PREFIXES
To make many opposite adjectives we use the prefixes un, in, or dis at the start of the word.

Example :
believable – unbelievable
complete - incomplete


C. COMPARATIVE and SUPERLATIVES
We use comparative adjectives to compare to nouns.

Example :
My sister is older than me
Short one-syllable words usually take er to make the comparative.

D. EXTREME ADJECTIVES
Adjectives that already express an extreme do not take a comparative or superlative. For example, when something is very cold we say that it is freezing.
Example :
Turn the heater on; it’s freezing in this room.
We cannot say: It’s more freezing than yesterday, or It’s very freezing in here.

E. PARTICIPLE
Participle verb forms can be adjectives.

Example :
A bored student - the -ed tells us how the student feels i.e. He feels bored.
A boring student - the ing tells describes the students i.e. He is boring, don't talk to him!
It can be difficult to remember which prepositions to use with -ed form.

I'm scared of spiders.
She's interested in art.


Adverb
An adverb is a word that modifies a verb, adjective, another adverb, determiner, noun phrase, clause, or sentence. Adverbs typically express manner, place, time, frequency, degree, level of certainty, etc., answering questions such as how?, in what way?, when?, where?, and to what extent?. This function is called the adverbial function, and may be realised by single words (adverbs) or by multi-word expressions (adverbial phrases and adverbial clauses).

FUNCTION
a.       An adverb modifies other verbs(verbs are in bold/adverbs are in italics)
·       The thief acts stupidly. (answers the question:how?)

·       The thief never shoots, because he has no gun.(answers the question: when?)

·       The thief robs locally. (answers the question:where?)

b.      An adverb modifies other adjectives (adjectives are in bold/adverbs are in italics)
·       The thief is extremely stupid.

·       This very dumb thief is now in jail.

c.       An adverb modifies other adverbs (adverbs in italics)
·       The thief walks incredibly clumsily.
·       The thief acts really stupidly.

Adverbs as a "catch-all" category
Adverbs are considered a part of speech in traditional English grammar, and are still included as a part of speech in grammar taught in schools and used in dictionaries. However, modern grammarians recognize that words traditionally grouped together as adverbs serve a number of different functions. Some describe adverbs a "catch-all" category that includes all words that do not belong to one of the other parts of speech.
A logical approach to dividing
The _____ is red. (For example, "The hat is red".)

 words into classes relies on recognizing which words can be used in a certain context. For example, the only type of word that can be inserted in the following template to form a grammatical sentence is a noun:

TUGAS 2
A.                EXAMPLE OF ADJECTIVE .

Dengan 1 kata sifat
  1. An Jerman pilgrim
  2. The Italian cuisine
3.      A brave man
4.      The Romawi Empire
5.      A black Cat

Dengan 2 kata sifat
1.      A small rubber ball (size + origin)
2.      A young Spanish woman (age + origin)
3.      A large round hat (size + shape)
4.      My sister is not only beautiful but also tall. (Quality + size)
5.      On his birthday saras got a big red vase (size + color )

Dengan 3 kata sifat
1.      He had two happy big brown pigeons ( opinion + size + color)
2.      White leather running shoes (color + material + purpose)
3.      Marko has three big black dog. (Quality + quantity + color)
4.      My brother buy some short new Indonesia cotoon jacket. (Quantity + size + age + origin + material)
5.      I love the big antique green American car which is parked in front of the hotel. (size + age + color + origin)

B.                 EXAMPLE OF ADVERB

1.      ADVERB
Give us information like when, where, how, to what extent, or under what conditions, or in what manner.

Examples of adverbs in a sentence with explanations:
1) Joseph ran fast. (Fast tells us "to what extent" or "how" Joseph ran.)
2) Let's go to the party afterwards. (Afterwards tells us "when" we'll go.)

More examples of adverbs in a sentence:
1) Kristy was very sleepy. (tells us how sleepy)
2) Go to bed now. (tells us when)
3) This pie is surprisingly good. (tells us how good)

2.       ADVERB OF TIME
Adverb of time is used to tell the time that an action happens or someone does something. There are many adverbs of time as the following.

Today, last night, yesterday, now, tomorrow, last month, before…

Formula1:

Sentence + Adverb of Time

Example:
- I study English today.(artinya pada hari ini pekerjaan itu dilakukan)
- He met his friends last night. (artinya pada kemarin malam pekerjaan itu dilakukan)
- I’m sick of living in chaos, so I’m going to clean my house tomorrow.( artinya kemarin     pekerjaan itu dilakukan )
- She stayed at her grandmother’s house all day. (artinya setiap hari pekerjaan itu dilakukan )


Formula2:
Adverb of Time + Sentence

Example:
- Yesterday she went to Phnom Penh.( artinya kemarin pekerjaan itu dilakukan )
-  Now I’m learning English. (artinya saat ini juga pekerjaan itu dilakukan )


3.      Adverb of place
Adverb of place is used to tell the place where an action occurs or where someone does something. There are many adverbs of place as the following.

Here, there, inside, outside… or we can use with the preposition of place like at school, at the market…


Formula:
Sentence + Adverb of Place
Example:
- My dog sleeps outside.
- We have the meeting in the hotel.
- I think I will hang the picture over my bed.
- Please put the books on the table.
- The wind blew the flowers off the tree.

4.      ADVERB OF FREQUENCY
Adverb of frequency is used to expresses how often something happens or someone does something.
100 %
80%
60%
Always
Usually
Often
Everyday
Normally
Frequently

Generally


50-40%
20%
10%
0%
Sometime
Seldom
Rarely
Never
Occasionally

Hardly ever


Formula:
Subject + Adverb of Frequency + Verb + Complement

Example:
- They always do their homework at night.
- We sometime go to the cinema at the weekend.
- Usually shop for groceries on Saturday mornings.
- My dentist told me I should floss twice daily.
- She is often late for work.


Daftar Pustaka